Thursday, April 07, 2016

Launching Insan Music Store di Loop Station



Hadirilah,... dan ajaklah kawan-kawan anda semua.
acaranya paaaaaaaaaasti seru banget sekali


Wednesday, April 06, 2016

Launching Insan Music


Hadirilah,  Launching Toko Insan Music



Tuesday, April 05, 2016

tentang blogspot


beberapa kekurangan yang dirasakan saat menggunakan blog ini adalah modelnya yang memang tidak seenak wordpress. desain dan tata letaknya juga masih membingungkan.

font dan ukuran masih bikin pusing, saat kita set normal, eh ternyata font yang muncul kekecilan, tapi saat kita buat besar, maka font yang muncul sebesar raksasa.

perlu banyak sekali penyesuaian yang harus dilakukan terhadap blog yang satu ini, di saat yang lain sudah berlari, saya masih merangkak. mengingat-ingat bagaimana melakukan perubahan terhadap desain dan segala hal yang terkait dengan blog ini.

padahal, pertama kali saya tahu blog, ya blogspot ini.

ada yang menarik, alamat blog saya dulu adalah roisz.blogspot.com eh sekarang berubah menjadi roisz.blogspot.co.id

hahaha. keren lah

Launching Insan Music Store


Hari Sabtu ini, 9 April 2016, Insan Music Store akan mengadakan acara launching di Bandung.

Tempat: Telkomsel Loopstation, Jl. Diponegoro 24, Bandung
Waktu: pukul 8:00 pagi s/d pukul 17:00



Pada acara ini akan diselenggarakan pula talkshow membahas tentang apa itu music digital, bagaimana memperjualbelikan music digital secara aman dan legal.

Silahkan hadir, dan membawa teman-teman anda sekalian



Kembali ke Blogspot

Setelah sekian lama menghilang dari peredaran, mari kita kembali ke blogspot.

serasa kembali ke rumah lama, walaupun mungkin saya coba mirror antara yang satu dengan yang lain.

Monday, February 12, 2007

Motor dan Lalat

... pah, motornya banyak sekali ya? mungkin nanti bumi akan penuh dengan motor ya pah? ...

Sayup terdengar sebuah pertanyaan yang muncul dari bibir seorang anak berusia kurang lebih 4 tahunan kepada seorang ayahnya di sebuah perempatan jalan. Pertanyaan yang begitu lugu dan lugas dari seorang anak yang entah bangga, kagum, aneh, atau bingung karena banyaknya populasi kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) di kota tempatnya berada.

Di tengah himpitan ekonomi, dan laju pertumbuhan ekonomi yang tidak menentu beberapa lama ini -bahkan sudah nyaris 10 tahun-, sepeda motor memang menjadi salah satu alternatif pemecahan dari permasalahan ekonomi yang dihadapi. Harga-harga yang melambung termasuk harga minyak, yang berdampak pada merangkak naiknya ongkos transportasi dan bahan makanan pokok yang ada.

Kembali ke populasi sepeda motor yang pertumbuhannya begitu dahsyat dalam kurun waktu 3-4 tahun terakhir ini -ah, sayangnya aku tak punya data kuantitatif yang relevan di lapangan- memang cukup memberikan kontribusi terhadap penggunaan jalan raya, baik itu positif maupun negatif. Pada posisi positif, peningkatan populasi ini memberikan sebuah jalur alternatif angkutan (ojeg), bahkan pada beberapa lokasi dikenal dengan istilah ojeg trayek bebas. Di sisi yang lain, populasi sepeda motor membuat jalan semakin semrawut, khususnya bagi mereka yang tidak mematuhi aturan, menggunakan lajur sekehendak hati, dan sedikit ugal-ugalan. Padahal penulis sendiri adalah seorang pengguna setia sepeda motor, tapi rasanya khawatir melihat orang lain mengendarai secara sembrono, yang dapat membahayakan -selain dirinya sendiri- juga pengguna jalan lainnya.

Jika dilihat lebih jauh, jumlah motor yang begitu banyak tidak lepas dari kemudahan untuk mendapatkan kendaraan tipe ini. Betapa banyak kemudahan dari pada perusahaan leasing motor dalam memberikan pinjaman/kredit sepeda motor. Sebagai data pembanding, di Jakarta, pertambahan sepeda motor mencapai kurang lebih 1.300 unit setiap hari, cukup mengkhawatirkan memang (Bang Yos, dari acara Om Farhan). Bagaimana dengan Bandung, jika diambil setengahnya saja dari jumlah pertumbuhan di Jakarta, tak ayal Bandung akan jadi kota motor. Lihat saja di setiap perempatan atau parkiran, betapa banyak sepeda motor yang ada, kalau teman saya, Petri -semoga kesuksesan dan kebahagiaan menyertainya- bilang 'liat tuh lalat-lalat (motor) pada baris', bahkan pada perempatan tertentu, begitu lampu lalu lintas berganti hijau, motor-motor meraung dan bergerak cepat seperti start saat balapan saja.

Jika populasi ini tidak dikendalikan, mungkin pertanyaan si bocah itu akan menjadi kenyataan. Tapi, bagaimana cara untuk mengendalikannya, apakah dengan pembatasan produksi, peningkatan pajak kendaraan bermotor, atau ...

Saturday, February 10, 2007

Kembali ke ... buku

"ternyata membaca ebooks masih terasa lebih melelahkan bagiku jika dibandingkan dengan membaca buku -teks- seperti biasa"

Rasanya kemampuan membaca khususnya 'fast reading' sudah mulai berkurang. Dulu, biasa baca buku cepat, maksimal tiga hari untuk membaca buku dengan ketebalan 200 halaman. Tapi, tergantung bukunya juga sih. Sekarang, rasanya untuk membaca sebuah buku dengan judul 'sebuah telaah kritis, Akhirnya kutemukan kebenaran dari Mitra Zaman' dengan ketebalan tak lebih dari 260 dibutuhkan waktu lebih dari seminggu.

Entah mengapa rasanya begitu lama waktu yang didapatkan, apa karena begitu sulit kudapatkan 'soul' dari si penulis hingga harus tiga sampai empat kali kembali ke bab awal hanya untuk sekedar unsur penguatan. Memang, rasanya tidak ingin kulewatkan bagian-bagian yang memang sangat ditekankan oleh penulis buku ini.

Buku berikutnya yang terpaksa ku postponed pembacaannya adalah 'Keajaiban shalat subuh' dan 'do'a orang-orang sukses', ntar deh bacanya. Karena buku seperti ini tidak membutuhkan telaah kritis dari kedua belahan otak seperti buku yang kusebutkan pertama. Kategori buku yang menggoncang iman jika meminjam phrase dari Triyogo.

Mau tidak mau harus beres sore atau maksimal malam ini, kembali membaca adalah sebuah kebutuhan yang memang harus dipenuhi, karena membaca bisa menggairahkan kembali untuk menulis. Menulis, sebagai sebuah bentuk publikasi, baik itu ide, usulan, kritikan, dan apapun itu, jika memang kita tidak dapat menyampaikan -mempresentasikan- sesuatu secara interaksi symbolistik.

Membaca buku dengan model teks seperti itu rasanya lebih ternikmati jika dibandingkan dengan membaca buku semodel ebooks, walau buku dengan model ebooks pun ku lahap saja jika memang menarik, tapi tidak jarang model ebooks ku cetak -print- kemudian dibaca secara manual. Hal itu kulakukan karena ternyata membaca ebooks masih terasa lebih melelahkan bagiku jika dibandingkan dengan membaca buku -teks- seperti biasa. Jadi belumlah sreg jika kukatakan diriku adalah bagian dari mereka yang 'paperless'. Begitulah adanya, walau sehari-hari bergumul dengan laptop lebih dari 8 jam sehari.


Saturday, February 03, 2007

Membuat Paspor

Mengajukan permohonan paspor tidak rumit seperti yang dibayangkan sebelumnya, hanya dibutuhkan kesabaran dan kesadaran sebagai pemohon tentunya di luar persyaratan yang harus dipenuhi, itu saja kuncinya

Karena satu dan lain hal, beberapa minggu yang lalu harus membuat Paspor. Pada awalnya tidak terbayang bagaimana cara-caranya melakukan pengajuan Paspor, apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi dan lain sebagainya.

Berbekal sedikit informasi dari Pak BR dan Pak Andika, serta Ibu Dian -setidaknya beliau-beliau ini sudah memiliki paspor sedari lama-, akhirnya berangkatlah daku menuju Kantor Imigrasi Bandung di Jalan Suci.

Sesampainya di sana, terbaca dengan jelas persyaratan yang dibutuhkan (disesuaikan dengan kebutuhan sang pemohon), yaitu diantaranya adalah:
1. KTP pemohon yang masih berlaku
2. Kartu Keluarga Terbaru
3. Ijazah Terakhir atau Kutipan Akta Kelahiran
4. Surat Keterangan dari Perusahaan

Ada beberapa proses utama saat melakukan pengajuan, yaitu:
1. Mengisi formulir permohonan (formulir permohonan bisa dibeli di loket yang disediakan, harga Rp. 15.000,-)
2. Mengajukan Permohonan (5 hari kerja), tidak dipungut biaya
3. Foto dan Wawancara (Melakukan pembayaran biaya Foto Rp. 55.000, pembuatan paspor sebesar Rp 200.000,- dan sidik jari Rp. 5000,-) setelah tahapan ini dilalui paspor akan diproses selama 2 hari kerja
4. Pengambilan Paspor.

Total waktu yang dibutuhkan selama pembuatan paspor dari awal hingga akhir selama 7 hari (dibulatkan menjadi 10 hari, karena sabtu dan minggu libur).

Tidak sulit, hanya perlu kesabaran saja. Total biaya yang saya keluarkan adalah Rp. 275.000,-, mudah dan murah jika dibandingkan dengan pembuatan paspor di luar negeri.

Pengalaman Ber-leasing

Wah, dengan perasaan senang dan lega, BPKB itu bisa diambil, yang berarti si Thunder sudah jadi hak milik secara penuh.


Tidak terasa, 23 bulan telah terlalui dengan sempurna, tidak ada debt collector (istilah yang digunakan untuk pihak ke-tiga sebagai penagih hutang) yang datang ke rumah, alhamdulillah tidak ada kesulitan dalam mekanisme pembayaran, dan tidak mengalami penarikan ulang kendaraan yang dipakai karena nggak sanggup bayar setoran.

Kendaraan bermotor ini -tentunya anda sudah tahu kendaraan apa yang saya maksud-, saya peroleh dengan sistem sewa beli atau biasa dikenal dengan istilah leasing pada sebuah jasa leasing summit oto selama 2 tahun. Kalau tidak salah, sebagai uang setoran pertama dulu sebesar 6.500.000 rupiah dengan setoran perbulan sebesar 509.000,- rupiah, kalau ditotal-total berapa ya? ah, malas ngitungnya. Tentunya ada nilai selisih antara harga beli saat itu dengan harga sewa beli yang saya lakukan. Nilai kendaraan tersebut saat itu adalah sekitar 13.500.000,- rupiah. Jadi berapa selisihnya, silahkan hitung sendiri.

Rasa lega dan syukur terpanjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi, akhirnya bisa tercapai juga untuk memiliki kendaraan bermotor dari uang hasil keringat sendiri, kalau pinjam istilah Om Tukul hasil kristalisasi keringat, dan tidak didapatkan dengan rengekan mama/papa beliin motor dong, hehehe. Just Kidding.

Setidaknya dengan jasa leasing, kita dapat mendapatkan keringanan dan kemudahan dalam rangka mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi jangan melupakan patokan dasar saat kita ber-leasing yaitu disiplin saat melakukan pembayaran, dan tidak menunda-nunda setoran. Kalau tidak patuh dan disiplin, maka apa yang kita leased akan hilang digasak debt collector -tentunya dengan serangkaian proses tertentu-.

Saturday, January 20, 2007

Kembali ke Sawah

"... kembali ke sawah adalah salah satu cara yang cukup mujarab untuk mengembalikan semangat dan pikiran yang sudah terlanjur lemah dan penat ... "

Minggu kemarin, ada kesempatan mengunjungi persiapan pernikahan saudara yang berdomisili di Cianjur. Kebetulan, tidak ada agenda saat itu, jadi diputuskan saja untuk berangkat. Cianjur merupakan tempat berlibur waktu kecil. Masih ingat, Roisz kecil dulu menghabiskan waktu seharian di Sawah dan di Sungai sekedar untuk berjalan-jalan, bermain lumpur, dan atau bermain air yang cukup jernih -saat itu-.

Pengalaman ke sawah saat ini agak sedikit lain. Mungkin aku yang sudah relatif agak gede, hanya bisa memandang jauh bahwa di sana masih banyak anak-anak yang bermain lumpur dan bermain air, mengingatkanku pada kenangan masa kecil dulu.


Pikiran penat, dan semangat yang sudah lemah, karena jenuh melewati arus keseharian di kampus -lagi mudik ke kampus untuk mempersiapkan ujian sarjana-, ngejar dosen, nyiapin makalah, beresin nilai, sebuah keseharian yang cukup melelahkan. Salah satu jalan keluar adalah ke Sawah. Kembali ke sawah adalah salah satu cara yang cukup mujarab untuk mengembalikan semangat dan pikiran yang sudah terlanjur lemah dan penat.

Pulang ke Bandung dengan semangat baru, dan suasana yang baru.

Tiga Minggu Ber-angkot Ria

Begini rasanya tiga minggu berangkot ria, capek. Panas, gerah, dan macet, itu sudah jadi sarapan utama setiap kali berkendaraan. Tak jarang rasa kesal menghampiri tatkala pak sopir kendaraan yang kita tumpangi tidak berlalu lintas dengan baik.

Si Thunder dah selama itu meringkut di rumah, tak bisa dipakai. Dinamo starternya bermasalah, sementara dia tidak punya engkol selayaknya motor-motor yang lain.

Ini memang merupakan sisi kelemahan yang dia punya, ketika salah satu sistem yang utama rusak, dan tidak ada sistem pendukung lainnya, maka tidak bisa dipergunakanlah dia.

Mudah-mudahan seminggu kedepan, setelah diperbaiki, dia bisa kembali berlari seperti biasanya.

Starbucks di Malam Minggu

Berhubung ada pengantin baru, jadi bisa sedikit nongkrong di Starbucks. Seperti biasa, hanya memesan Segelas extra hot coffee latte dan sepiring Blueberry Cheesecakes.

Makasih ndhi, dah ditraktirin. Sering-sering aja ya.

Thursday, December 14, 2006

Bening Hati

Seorang bijak menyatakan bahwa hati adalah cermin, dimana padanya kita dapat melihat sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, dan jujur atau tidaknya kita. Manusia dibekali hati sebagai arah dan penunjuk untuk membawa dirinya ke arah yang benar. Karena hati memiliki kecenderungan memilih yang benar, kecuali mereka yang telah dibutakan hatinya.

Hati adalah unsur yang tidak akan pernah bisa terlepas dari segala dilematis, dan pilihan-pilihan yang sulit. Itulah sebabnya, mengapa hati perlu di-manage (mengambil teori Aa Gym, sebagai pencetus manajemen qolbu). Hati yang tidak dikelola dengan baik hanya akan menjadi sumber kebingungan, sumber kesulitan, yang tidak akan pernah bisa berhenti kecuali kita yang menghentikannya.

Lantunan bening nada sebuah lagu berjudul 'do'aku' yang dipopulerkan oleh Haddad Alwi, dalam format Instrumentalia, membawaku terbang sekejap. Membawa diri ini ke alam lain, sebuah bentuk dunia yang memberiku kehampaan diri, ketenangan batin dalam nuansa bening. Pada sisi ini dapat kusentuh hati yang sebenar, hati yang sebenarnya tidak tenang, gelisah, resah, dan tidak pernah bisa berhenti mengeluh.

Instropeksi yang dilakukan membawa sebuah pesan, bahwa hati ini telah jauh dari fitrahnya untuk selalu dibersihkan. Mungkin rasa iri, dengki, segala persoalan yang selalu dilihat dari sisi negatifnya, sedikit banyak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi tubuh. Wah, ternyata benar adanya, jika tubuh kita adalah satu kesatuan, jika ada bagian yang terluka maka bagian lain pun akan terluka. Terutama hati, karena hati adalah cahaya dari tubuh ini. Bahkan konon, orang yang memiliki hati yang bening, akan nampak cahaya dari mukanya, terpancar nuansa tenang dari sekujur tubuhnya, tulus sorot mata, dan indah tutur katanya. Sebagai pertanda bahwa hati ini tak sebening kaca.


-roisz, orang yang sedang belajar menulis

*picture courtessy of http://www.inyourweb.com

Tuesday, December 12, 2006

Aku Bangga Jadi Anakmu, Pak

wajah tua itu terlihat jelas
raut muka tegas sudah mulai tampak layu
terbaring di sebuah ranjang besi
putih,... bersih,...

disela-sela sudut pasrahnya
dia selalu berujar
rasa perhatian, dedikasi, dan tanggung jawab
hingga teteskan air mata

kelak, aku ingin menjadi sepertimu
dedikasi yang kuat
integritas
dan tanggung jawab
sebagai seorang kepala keluarga

*picture Courtessy IndoCisc

Tuesday, August 29, 2006

Dewasa dalam berteman

...Adalah ketika aku sendiri tidak mengetahui apa arti kata dewasa dalam berteman...

Bukanlah menjadi sebuah hal yang tak lumrah, jika seandainya dalam sebuah pertemanan terdapat gesekan-gesekan kecil, bahkan hingga gesekan sebenar itu terjadi pada akhirnya.

Bagiku, seorang teman sangat besar artinya, sangat berarti sekali, siapapun dia, dimanapun kami bertemu, aku tidak akan pernah menyesal memiliki seorang teman yang mungkin darinyalah aku akan menemukan banyak hal baru, pengingat dalam hidup, perbaikan dalam kekurangan, dan masih banyak hal lainnya.

Begitupun ketika sebuah pertemanan diikat menjadi sebuah komitmen yang mau tidak mau kita harus bisa menerima dengan apa adanya, bahwa sebuah hal yang kita awali akan selalu berakhir. Tidak salah, jika pada akhirnya kita mengambil jalan yang terbaik untuk masing-masing pihak, mencari sebuah langkah win-win solution karena pilihan itu bukanlah sebuah dosa.

Jika suatu saat hubungan yang dimiliki menjadi renggang, bahkan menjadi duri dalam daging, tidak pantas dan tidak adil rasanya menjadikan seseorang sebagai alasan kesalahan yang terjadi dalam hidup.

Aku adalah satu dari sekian banyak orang yang merasakan, bahwa kehadiranku merupakan sebuah mimpi buruk, hingga orang lain tak ingin lagi menjadi temanku, alasan? jangan pernah tanyakan alasan itu, karena tak akan pernah ada kata yang terlontar dari dirinya yang dia tujukan untukku

Aku, bukanlah manusia tanpa dosa, bukan manusia sempurna, tanpa cacat

terima kasih, karena telah mengeliminasi diriku dari hidupmu, yang begitu indah.

Tuesday, August 15, 2006

Antara sebuah kebutuhan dan prestise

Fenomena penggunaan laptop alias notebook sekarang seperti jamur di musim hujan saja, dimana-mana ada. Pemakainya pun beragam, mulai dari eksekutif muda, karyawan, sampai anak SMA, sekarang dah pada jinjing laptop.

Ada orang yang bawa-bawa laptop kemana-mana kerana kerjaan yang menuntutnya, ada juga yang membawanya karena prestise atau gengsi. Memang, laptop/notebook identik dengan kemapanan dan tingkat kesejahteraan seseorang, tanpa mengurangi esensi penggunaannya yang memang sebenarna sudah semakin kompleks, dan laptop kini bisa dibeli dengan harga yang tidak terlalu melangit seperti dulu.

Jadi buat para pengguna laptop/notebook, laptop/notebook kalian itu kebutuhan atau prestise?

Wednesday, May 24, 2006

Maaf, telah kulupakan Hak-mu

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

tx d!@n

Thursday, May 04, 2006

Hari dengan tanggal cantik

Hmmm,...

Jalan-jalan dari pagi hari, berkutat dengan kemacetan dan antrian. Mulai dari Asuransi, administrasi Rumah Sakit, bayar tagihan ponsel, upgrade simcard, apotik, hingga beli makanan.

Semua kejadian dan rangkaian kegiatan di atas, kesemuanya membutuhkan data yang diantaranya adalah Tanggal kejadian.

Semua bon diperiksa, ditemukan satu pola angka yang cantik, 040506 (baca empat mei dua ribu enam).

Cantik amat, tadi pas ngantri kepikiran, kalau punya anak lahir pada tanggal ini, keknya bagus banget deh. :)

Tuesday, April 18, 2006

Mungkin

Mungkin Tuhan ingin kita bertemu dengan orang
yang jahat sebelum kita bertemu dengan orang
yang baik sehingga ketika bertemu dengan orang
yang benar, kita bisa bersyukur atas anugrahnya.

Mungkin ketika pintu kebahagiaan ditutup, pintu-
pintu lain dibuka, tapi kita sering memandang pintu
yang tertutup itu terlalu lama sehingga kita tidak
melihat pintu kebahagiaan yang terbuka untuk kita.

Mungkin teman yang paling baik adalah yang bisa
menemani kita tanpa mengucapkan sepatah
katapun dan lalu pergi dengan perasaaan telah
melakukan percakapan terbaik.

Mungkin benar, kita tidak menyadari apa yang kita
miliki sampai kita kehilangan, tapi juga benar, kita
tidak tahu apa yang hilang sampai kita
menemukannya.

Hanya perlu 1 menit untuk menyakiti seseorang, 1
jam untuk menyukai seseorang, dan 1 hari untuk
menyintai, tetapi perlu waktu seumur hidup untuk
dapat melupakannya.

Jangan percaya penampilan, karena bisa menipu.
Jangan cari kekayaan, karena bisa hilang. Cari
seseorang yang bisa membuat mu tersenyum
karena dapat membuat harimu cerah. Cari
seseorang yang dapat membuat hatimu tersenyum.

Kebahagiaan adalah milik orang yang menangis,
orang yang susah, orang yang mencari dan orang
yang berusaha, karena hanya merakalah yang
yang dapat menghargai pentingnya orang yang
menyentuh hidup mereka.

Cinta dimulai dengan senyum, tumbuh dengan
kecupan dan berakhir dengan air mata.

Ketika lahir, kita menangis dan orang disekitar kita
tersenyum bahagia. Jalani hidup ini sehingga
ketika kita meninggal, semua orang disekitar kita
menangis dan kita yang tersenyum.

Ceritakan ini kepada orang yang penting untuk mu.
Kepada orang yang pernah menyentuh hidup mu,
kepada orang yang telah membuat mu tersenyum
di saat kamu benar-benar memerlukannya dan
kepada orang yang kamu ingin tunjukan, bahwa
kamu menghargai persahabatan mereka...

karena itu lah.. aku ceritakan hal ini pada kalian
semua..

Thanks Fur Dian Fur di Article,...

Friday, April 07, 2006

Bandung Macet, say no to Blue Bird

"Say No To Blue Bird*"

Petikan di atas adalah salah satu dari sekian tulisan yang dipampang oleh para sopir taksi di Bandung dalam aksinya. Mereka melakukan demonstrasi untuk mencabut izin operasi yang diberikan pemerintah daerah terhadap armada Blue Bird. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kehadiran armada ini hanya memperkeruh dan membuat iklim Bandung tidak kondusif. Apa artinya semua itu? Bandung tidak kondusif? dari sisi mana? apa pengaruhnya kehadiran Blue Bird dengan ketidak kondusifan Bandung?

Usut punya usut, kehadiran blue bird di Bandung menurunkan omset dan pendapatan armada taksi lainnya, walaupun ada juga armada taksi yang tidak ikut serta berdemosntrasi tadi pagi di bilangan Wastu Kantjana -lokasi DPRD Jabar-.

Bandung sudah dikenal dengan ketidakramahan dan buruknya pelayanan armada taksi yang ada selama ini, taksi di Bandung hanya sedikit saja yang mau menerima sistem argo, selebihnya digunakan perhitungan borongan. Mungkin saja ada beberapa penumpang yang tidak menyukai sistem pembayaran semacam ini. Begitu Blue Bird hadir dengan sistem pembayaran argo, maka armada pun menjadi Primadona di Bandung. Mau tidak mau, omset dan pendapatan taksi yang lainpun berkurang, karena penumpang cenderung lebih memilih Blue Bird daripada taksi yang lainnya.

Tadi pagi, armada taksi yang ada di Bandung kembali melakukan unjuk rasa. Dikatakan kembali karena sebelumnya mereka sudah pernah melakukan demonstrasi agar pemda mencabut izin operasi yang dimiliki Blue Bird. Secara otomatis, parkiran mobil-mobil taksi dan puluhan petugas keamanan yang diturunkan membuat jalan menjadi macet.

Bandung Macet, seperti biasa, setelah rekan-rekan buruh, rekan-rekan sopir taksi, rekan-rekan mahasiswa, siapa lagi yang hendak berdemo?!?

hmmm,...


*Blue Bird, armada transportasi/angkutan umum, di Bandung baru jenis taksi yang beroperasi