Saturday, September 24, 2005

Indonesian Idol dan KDI

Indonesia, sebuah fenomena yang ada dan meledak selalu diikuti di Indonesia. Mulai dari trend mode hingga acara pertelevisian. Termasuk di dalamnya adalah kontes pencarian bakat yang dipelopori oleh sebuah TV swasta -saya lupa lagi namanya- dengan tajuk Popstar, kemudian mengekor di belakangnya AFI dan Indonesian Idol, hanya TPI yang berani mendobrak pasaran dengan Kontes Dangdut TPI, yang kemudian diikuti dengan KondangIn yang digawangi oleh Indosiar. Yang paling buncit adalah CILAPOP yang disiarkan oleh Tv7.

Diantara beberapa model itu, hanya dua saja yang menarik perhatian saya, yang pertama adalah Indonesian Idol punya RCTI sama KDI punya TPI.

Nggak jelas chemistry yang ada didalamnya, yang jelas cuma dua bentuk itu yang asik punya.

Monita, I like the voice colour :D

Friday, September 09, 2005

Oh No, I'm the worst

Semalam aku kembali bergabung dengan komunitas yang selama tiga tahun ini bersama. Bahagia rasanya menatap dan saling bersentuhan dengan mereka, mmm Aku menyayangi mereka untuk berjuta alasan yang tak mampu terungkapkan.

Ketika semua terlelap ditelan malam yang begitu gelap dan dingin, mereka tampak tenang, walau sesekali aku mendapatkan rasa gelisah hadir dalam wajah-wajah mereka. Kupandangi mereka dalam-dalam, seakan mencoba untuk membaca setiap garis dan kisah hidup yang ada dalam benak mereka.

mmm,...

Tak tersadari kini mereka sudah diakhir usia studi untuk stratanya, sementara jalanku ini masih panjang. Aku masih jauuuuh sekali dari kata wisuda.

Aku ingin sekali segera menyelesaikan studi ini.

ingin,...

Saturday, September 03, 2005

Dia telah pergi untuk selamanya

Dulu, kala pertama bertemu
di ujung hatiku ada getar itu

Dulu, kala pertama menyapa
ada degupan kencang di jantungku

Dulu, kala pertama bercakap
ada getaran halus di dadaku

Dulu, kala pertama menggoda
ada rasa yang tak terbahasa

Dulu, kala pertama merasa ada
ada rasa bahwa aku akan kecewa

Dulu, kala pertama bercanda
ada duka dalam asa

Dulu, kala pertama menatap mata
ada cinta yang kurasa

Dulu, kala pertama mengucap cinta
ada sesal dalam hati

Kini, kala cinta telah terendap
ada rasa menggugah jiwa

Kini, kala rasa mulai terbaca
ada ketakutan tiada bisa meraihnya

Kini, kala ketakutan mulai meraja lela
ada cinta tak terkata

Kini, ketika kau telah jauh
ada rindu di ujung waktu

Kini, ketika kau bersanding dengannya
ada kecewa bercampur bahagia

Melihatmu dengan gaun putih itu
menjadi sosok lain
jauh lebih teduh dari biasanya

Ketika cincin itu melingkar di jarimu
ada batas yang memisahkan
kau bukan milik siapa-siapa
kau adalah miliknya,...

selamat berbahagia
terucap dari lubuk hati yang paling dalam
Barokallahu laka wa baroka alaika

sabtu, 3 September 2005

Tuesday, August 16, 2005

Tak ada sisa

kutatap bingkai sejarah
menatap jauh ke masa lalu

andai waktu dapat kembali berputar
mengiringi langkah kaki

setibanya di lembar itu
aku tersujud

menangis beku
kaku

seandainya aku lebih bijak
sedikit dewasa dan mengantarkan jiwa

aku akan bebas
menatap indah dunia

.....

Wednesday, August 03, 2005

Triyogo,...


Hari ini sobatku melaksanakan Kolokium, babak-babak terakhir selama masa akademisnya. Jauh dari dalam hati sakit rasanya tidak bisa mendampingi dia sekarang disana, yang penting do'anya sampai.

Maafin ane Bro,... sorry banget.

Andaikata kau laksanakan kemarin atau hari esok,... mungkin beda jalan ceritanya.

Amien