Tuesday, April 18, 2006

Mungkin

Mungkin Tuhan ingin kita bertemu dengan orang
yang jahat sebelum kita bertemu dengan orang
yang baik sehingga ketika bertemu dengan orang
yang benar, kita bisa bersyukur atas anugrahnya.

Mungkin ketika pintu kebahagiaan ditutup, pintu-
pintu lain dibuka, tapi kita sering memandang pintu
yang tertutup itu terlalu lama sehingga kita tidak
melihat pintu kebahagiaan yang terbuka untuk kita.

Mungkin teman yang paling baik adalah yang bisa
menemani kita tanpa mengucapkan sepatah
katapun dan lalu pergi dengan perasaaan telah
melakukan percakapan terbaik.

Mungkin benar, kita tidak menyadari apa yang kita
miliki sampai kita kehilangan, tapi juga benar, kita
tidak tahu apa yang hilang sampai kita
menemukannya.

Hanya perlu 1 menit untuk menyakiti seseorang, 1
jam untuk menyukai seseorang, dan 1 hari untuk
menyintai, tetapi perlu waktu seumur hidup untuk
dapat melupakannya.

Jangan percaya penampilan, karena bisa menipu.
Jangan cari kekayaan, karena bisa hilang. Cari
seseorang yang bisa membuat mu tersenyum
karena dapat membuat harimu cerah. Cari
seseorang yang dapat membuat hatimu tersenyum.

Kebahagiaan adalah milik orang yang menangis,
orang yang susah, orang yang mencari dan orang
yang berusaha, karena hanya merakalah yang
yang dapat menghargai pentingnya orang yang
menyentuh hidup mereka.

Cinta dimulai dengan senyum, tumbuh dengan
kecupan dan berakhir dengan air mata.

Ketika lahir, kita menangis dan orang disekitar kita
tersenyum bahagia. Jalani hidup ini sehingga
ketika kita meninggal, semua orang disekitar kita
menangis dan kita yang tersenyum.

Ceritakan ini kepada orang yang penting untuk mu.
Kepada orang yang pernah menyentuh hidup mu,
kepada orang yang telah membuat mu tersenyum
di saat kamu benar-benar memerlukannya dan
kepada orang yang kamu ingin tunjukan, bahwa
kamu menghargai persahabatan mereka...

karena itu lah.. aku ceritakan hal ini pada kalian
semua..

Thanks Fur Dian Fur di Article,...

Saturday, April 15, 2006

Syair renungan Untuk wanita (Istri)

Karya : Enggar Tri W

Pernikahan atau Perkawinan
Membuka tabir rahasia

Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad saw
Tidaklah setaqwa Ibrahim as
Pun tidak setabah Ayub as
Atau segagah Musa as
Apalagi setampan Yusuf as

Justru suamimu hanyalah Pria akhir zaman
Yang punya cita-cita Membangun keturunan yang sholeh

Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya

Suami adalah nahkoda kapal, Kamu navigatornya

Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya

Saat suami menjadi raja, Kamu menikmati anggur singgasananya,

Ketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya

Seandainya suami masinis yang Lancang, Sabarlah memperingatinya

Pernikahan atau perkawinan mengajar
Kita perlu iman dan taqwa
Untuk mengajar meneliti sabar dan ridha
Allah swt karena memiliki suami
Yang tak segagah mana, justru kamu
Akan tersentak alpa

Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar Yang begitu setia dalam sengsara

Cuma wanita akhir zaman
Yang berusaha menjadi shalehah….
Amien.

Syair renungan Untuk pria (SUAMI)

Syair renungan
Untuk pria (SUAMI)

Karya : Enggar Tri W.

Pernikahan atau Perkawinan
Membuka Tabir Rahasia

Istri yang kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah ra.
Tidaklah setaqwa Aisyah ra
Pun tidak setabah Fatimah ra

Justru istrimu hanyalah
Wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita
Menjadi shalehah.

Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya

Istri ladang tanaman, Kamu gembalanya

Istri hiasan ternak, kamu gembalanya

Istri adalah murid, kamu mursyidnya

Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya

Saat istri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya

Seketika istri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,

Seandainya istri tulang yang bengkok, Berhentilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Menginsyafkan kita perlu
Iman dan taqwa
Untuk belajar meniti
Sabar dan ridha
Allah swt karena memiliki istri
Yang tak sehebat mana, justru kamu
akan tersentak dari alpa,
kamu bukanlah Rasulullah saw
pun bukanlah Ali Karamallahu Wajhah

Cuma pria akhir zaman
Yang berusaha menjadi shaleh
Amien,

Friday, April 07, 2006

Bandung Macet, say no to Blue Bird

"Say No To Blue Bird*"

Petikan di atas adalah salah satu dari sekian tulisan yang dipampang oleh para sopir taksi di Bandung dalam aksinya. Mereka melakukan demonstrasi untuk mencabut izin operasi yang diberikan pemerintah daerah terhadap armada Blue Bird. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kehadiran armada ini hanya memperkeruh dan membuat iklim Bandung tidak kondusif. Apa artinya semua itu? Bandung tidak kondusif? dari sisi mana? apa pengaruhnya kehadiran Blue Bird dengan ketidak kondusifan Bandung?

Usut punya usut, kehadiran blue bird di Bandung menurunkan omset dan pendapatan armada taksi lainnya, walaupun ada juga armada taksi yang tidak ikut serta berdemosntrasi tadi pagi di bilangan Wastu Kantjana -lokasi DPRD Jabar-.

Bandung sudah dikenal dengan ketidakramahan dan buruknya pelayanan armada taksi yang ada selama ini, taksi di Bandung hanya sedikit saja yang mau menerima sistem argo, selebihnya digunakan perhitungan borongan. Mungkin saja ada beberapa penumpang yang tidak menyukai sistem pembayaran semacam ini. Begitu Blue Bird hadir dengan sistem pembayaran argo, maka armada pun menjadi Primadona di Bandung. Mau tidak mau, omset dan pendapatan taksi yang lainpun berkurang, karena penumpang cenderung lebih memilih Blue Bird daripada taksi yang lainnya.

Tadi pagi, armada taksi yang ada di Bandung kembali melakukan unjuk rasa. Dikatakan kembali karena sebelumnya mereka sudah pernah melakukan demonstrasi agar pemda mencabut izin operasi yang dimiliki Blue Bird. Secara otomatis, parkiran mobil-mobil taksi dan puluhan petugas keamanan yang diturunkan membuat jalan menjadi macet.

Bandung Macet, seperti biasa, setelah rekan-rekan buruh, rekan-rekan sopir taksi, rekan-rekan mahasiswa, siapa lagi yang hendak berdemo?!?

hmmm,...


*Blue Bird, armada transportasi/angkutan umum, di Bandung baru jenis taksi yang beroperasi