Pom Bensin Kopo di Bandung nyaris kebakaran,... Kuaget bukan main. Tapi g tau kebakarannya jadi atau nggak.
Keburu ngaciiir takut meledak.
Manusia Tiada Pernah Bisa Menjadi Sosok Yang Sempurna, Tapi Manusia Selalu Punya Kenangan dan Impian Serta Hal Indah Dalam Hidupnya,...
Friday, March 24, 2006
Monday, March 20, 2006
Id-Gmail?!?
Baru satu hari di Id-Gmail, penasaran. Kata orang sih rame, tapi entahlah. Kita susuri hari demi hari di komunitas ini.
Semoga diterimakan. :)
Semoga diterimakan. :)
Monday, March 13, 2006
Sahabat, orang Dewasa versus Anak-anak
Tulisan ini terilhami dari sebuah status salah seorang temanku di messenger-nya. There is no true friendship, is it?.
Aaaargh, sebuah kalimat yang cukup membuatku jengah dan -jujur aja- cemberut. Tapi, apapun kalimat yang tertulis, tidak ada satupun kalimat yang dapat kuberikan untuk melukiskan ketidaksetujuanku atas hal itu. Itu sah-sah saja kan? dan setiap orang dapat mengungkapkan apa yang dia rasakan dan apa yang dia ingin ungkapkan.
Persahabatan, apa sih? makhluk macam apa lagi? beberapa opini yang kudapatkan dari kata ini. Salah satunya adalah sesuatu yang bisa memberi arti, dan kalimat pamungkas, tidak dapat dijabarkan dan atau dilukiskan dengan kata-kata.
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, baru beberapa hari yang lalu ada seorang anak -usianya mungkin baru 12 atau 13 tahun- bertanya padaku. Om, punya sahabat g? berapa banyak? mereka ada dimana saja? terus ketemunya gimana? kok g bareng mereka?
Semua pertanyaan hanya dapat kujawab dengan sebuah sunggingan senyuman manis di ujung bibir ini. Dia kemudian menceritakan hal ihwal mengapa dia mengajukan hal seperti ini. Ternyata, dia memiliki beberapa sahabat yang sekarang sudah tidak bersamanya lagi, entah itu karena sudah berbeda kota, sudah berpindah sekolah, bahkan ada yang masih bersamanya.
Begitu bangganya seorang anak kecil terhadap sahabatnya, sementara kita yang sudah besar, masih pedulikah kita terhadap hal yang satu ini.
Pendewasaan yang dilalui memang bisa berawal dari banyak hal, bisa datang dari sudut-sudut ataupun sisi-sisi yang tidak kita sangka. Ya, begitulah kilah seorang teman diskusi yang baru saja terjadi tadi malam. Pertanyaan yang kemudian terjawab jauh sebelum pertanyaan itu muncul. Orang dewasa tidak memandang bahwa sebuah persahabatan berarti harus selalu bersama selama seumur hidupnya. Bawaan manusia yang semakin bertambah umurnya, maka semakin mereka menyederhanakan segala sesuatunya.
Jadi, model persahabatan seperti apa yang kita anut dan kita implementasikan?!?
Aaaargh, sebuah kalimat yang cukup membuatku jengah dan -jujur aja- cemberut. Tapi, apapun kalimat yang tertulis, tidak ada satupun kalimat yang dapat kuberikan untuk melukiskan ketidaksetujuanku atas hal itu. Itu sah-sah saja kan? dan setiap orang dapat mengungkapkan apa yang dia rasakan dan apa yang dia ingin ungkapkan.
Persahabatan, apa sih? makhluk macam apa lagi? beberapa opini yang kudapatkan dari kata ini. Salah satunya adalah sesuatu yang bisa memberi arti, dan kalimat pamungkas, tidak dapat dijabarkan dan atau dilukiskan dengan kata-kata.
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, baru beberapa hari yang lalu ada seorang anak -usianya mungkin baru 12 atau 13 tahun- bertanya padaku. Om, punya sahabat g? berapa banyak? mereka ada dimana saja? terus ketemunya gimana? kok g bareng mereka?
Semua pertanyaan hanya dapat kujawab dengan sebuah sunggingan senyuman manis di ujung bibir ini. Dia kemudian menceritakan hal ihwal mengapa dia mengajukan hal seperti ini. Ternyata, dia memiliki beberapa sahabat yang sekarang sudah tidak bersamanya lagi, entah itu karena sudah berbeda kota, sudah berpindah sekolah, bahkan ada yang masih bersamanya.
Begitu bangganya seorang anak kecil terhadap sahabatnya, sementara kita yang sudah besar, masih pedulikah kita terhadap hal yang satu ini.
Pendewasaan yang dilalui memang bisa berawal dari banyak hal, bisa datang dari sudut-sudut ataupun sisi-sisi yang tidak kita sangka. Ya, begitulah kilah seorang teman diskusi yang baru saja terjadi tadi malam. Pertanyaan yang kemudian terjawab jauh sebelum pertanyaan itu muncul. Orang dewasa tidak memandang bahwa sebuah persahabatan berarti harus selalu bersama selama seumur hidupnya. Bawaan manusia yang semakin bertambah umurnya, maka semakin mereka menyederhanakan segala sesuatunya.
Jadi, model persahabatan seperti apa yang kita anut dan kita implementasikan?!?
Saturday, March 04, 2006
Kopi, Kayu Manis
Ada menu baru di Starbucks,...
Caffe Latte, dengan sedikit toping cinnamon (lebih dikenal dengan istilah kayu manis). Rasanya aneh, tapi after taste-nya hmmm,...
Baru nyicip tadi malem dibayarin pula,...
huuuup,... srupuuuut, ....
You have to tried it :D
Caffe Latte, dengan sedikit toping cinnamon (lebih dikenal dengan istilah kayu manis). Rasanya aneh, tapi after taste-nya hmmm,...
Baru nyicip tadi malem dibayarin pula,...
huuuup,... srupuuuut, ....
You have to tried it :D
Friday, February 17, 2006
Reuni
dah lama, tiada goresan pena yang terbubuhkan pada kaca-kaca ini.
hmmm,...
terima kasihku untuk amrita winaya shita dewi yang telah mengingatkanku untuk kembali pulang.
,....
lenglang, sepi selaksa tiada penghuni
hmmm,...
terima kasihku untuk amrita winaya shita dewi yang telah mengingatkanku untuk kembali pulang.
,....
lenglang, sepi selaksa tiada penghuni
Subscribe to:
Posts (Atom)