Saturday, January 20, 2007

Tiga Minggu Ber-angkot Ria

Begini rasanya tiga minggu berangkot ria, capek. Panas, gerah, dan macet, itu sudah jadi sarapan utama setiap kali berkendaraan. Tak jarang rasa kesal menghampiri tatkala pak sopir kendaraan yang kita tumpangi tidak berlalu lintas dengan baik.

Si Thunder dah selama itu meringkut di rumah, tak bisa dipakai. Dinamo starternya bermasalah, sementara dia tidak punya engkol selayaknya motor-motor yang lain.

Ini memang merupakan sisi kelemahan yang dia punya, ketika salah satu sistem yang utama rusak, dan tidak ada sistem pendukung lainnya, maka tidak bisa dipergunakanlah dia.

Mudah-mudahan seminggu kedepan, setelah diperbaiki, dia bisa kembali berlari seperti biasanya.

Starbucks di Malam Minggu

Berhubung ada pengantin baru, jadi bisa sedikit nongkrong di Starbucks. Seperti biasa, hanya memesan Segelas extra hot coffee latte dan sepiring Blueberry Cheesecakes.

Makasih ndhi, dah ditraktirin. Sering-sering aja ya.

Thursday, December 14, 2006

Bening Hati

Seorang bijak menyatakan bahwa hati adalah cermin, dimana padanya kita dapat melihat sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, dan jujur atau tidaknya kita. Manusia dibekali hati sebagai arah dan penunjuk untuk membawa dirinya ke arah yang benar. Karena hati memiliki kecenderungan memilih yang benar, kecuali mereka yang telah dibutakan hatinya.

Hati adalah unsur yang tidak akan pernah bisa terlepas dari segala dilematis, dan pilihan-pilihan yang sulit. Itulah sebabnya, mengapa hati perlu di-manage (mengambil teori Aa Gym, sebagai pencetus manajemen qolbu). Hati yang tidak dikelola dengan baik hanya akan menjadi sumber kebingungan, sumber kesulitan, yang tidak akan pernah bisa berhenti kecuali kita yang menghentikannya.

Lantunan bening nada sebuah lagu berjudul 'do'aku' yang dipopulerkan oleh Haddad Alwi, dalam format Instrumentalia, membawaku terbang sekejap. Membawa diri ini ke alam lain, sebuah bentuk dunia yang memberiku kehampaan diri, ketenangan batin dalam nuansa bening. Pada sisi ini dapat kusentuh hati yang sebenar, hati yang sebenarnya tidak tenang, gelisah, resah, dan tidak pernah bisa berhenti mengeluh.

Instropeksi yang dilakukan membawa sebuah pesan, bahwa hati ini telah jauh dari fitrahnya untuk selalu dibersihkan. Mungkin rasa iri, dengki, segala persoalan yang selalu dilihat dari sisi negatifnya, sedikit banyak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi tubuh. Wah, ternyata benar adanya, jika tubuh kita adalah satu kesatuan, jika ada bagian yang terluka maka bagian lain pun akan terluka. Terutama hati, karena hati adalah cahaya dari tubuh ini. Bahkan konon, orang yang memiliki hati yang bening, akan nampak cahaya dari mukanya, terpancar nuansa tenang dari sekujur tubuhnya, tulus sorot mata, dan indah tutur katanya. Sebagai pertanda bahwa hati ini tak sebening kaca.


-roisz, orang yang sedang belajar menulis

*picture courtessy of http://www.inyourweb.com

Tuesday, December 12, 2006

Aku Bangga Jadi Anakmu, Pak

wajah tua itu terlihat jelas
raut muka tegas sudah mulai tampak layu
terbaring di sebuah ranjang besi
putih,... bersih,...

disela-sela sudut pasrahnya
dia selalu berujar
rasa perhatian, dedikasi, dan tanggung jawab
hingga teteskan air mata

kelak, aku ingin menjadi sepertimu
dedikasi yang kuat
integritas
dan tanggung jawab
sebagai seorang kepala keluarga

*picture Courtessy IndoCisc

Tuesday, August 29, 2006

Dewasa dalam berteman

...Adalah ketika aku sendiri tidak mengetahui apa arti kata dewasa dalam berteman...

Bukanlah menjadi sebuah hal yang tak lumrah, jika seandainya dalam sebuah pertemanan terdapat gesekan-gesekan kecil, bahkan hingga gesekan sebenar itu terjadi pada akhirnya.

Bagiku, seorang teman sangat besar artinya, sangat berarti sekali, siapapun dia, dimanapun kami bertemu, aku tidak akan pernah menyesal memiliki seorang teman yang mungkin darinyalah aku akan menemukan banyak hal baru, pengingat dalam hidup, perbaikan dalam kekurangan, dan masih banyak hal lainnya.

Begitupun ketika sebuah pertemanan diikat menjadi sebuah komitmen yang mau tidak mau kita harus bisa menerima dengan apa adanya, bahwa sebuah hal yang kita awali akan selalu berakhir. Tidak salah, jika pada akhirnya kita mengambil jalan yang terbaik untuk masing-masing pihak, mencari sebuah langkah win-win solution karena pilihan itu bukanlah sebuah dosa.

Jika suatu saat hubungan yang dimiliki menjadi renggang, bahkan menjadi duri dalam daging, tidak pantas dan tidak adil rasanya menjadikan seseorang sebagai alasan kesalahan yang terjadi dalam hidup.

Aku adalah satu dari sekian banyak orang yang merasakan, bahwa kehadiranku merupakan sebuah mimpi buruk, hingga orang lain tak ingin lagi menjadi temanku, alasan? jangan pernah tanyakan alasan itu, karena tak akan pernah ada kata yang terlontar dari dirinya yang dia tujukan untukku

Aku, bukanlah manusia tanpa dosa, bukan manusia sempurna, tanpa cacat

terima kasih, karena telah mengeliminasi diriku dari hidupmu, yang begitu indah.